BOLMONG,SULUTPOST- Musibah banjir bandang yang menimpah Puluhan rumah warga, tepatnya berada di Desa Solimandungan II, Kabupaten Bolaang Mongondow, menuai perhatian serius dari berbagai kalangan.
Pasalnya, bencana musibah banjir bandang tersebut, terjadi pada saat warga lagi merayakan lebaran Idul Adha, Rabu 27 Mei, 1447 H/2026 M.
Dampak kerusakan yang dialami oleh warga Desa Solimandungan, terbilang cukup besar. diakibatkan tingkat kerusakan yang terjadi cukup parah. walaupun hingga saat ini belum ada penyampaian resmi dari pemerintah soal berapa besar nilai kerugian yang dialami oleh korban bencana ini.

Tanpak juga personel TNI dan Polri diterjunkan ke lokasi bencana, Desa Solimandungan, Kecamatan Bolaang (Bolmong-red). puluhan personel ini hadir untuk membantu warga membersihkan rumah beserta pekarangan rumah pasca musibah banjir bandang terjadi.
Aksi pembersihan dilakukan di sejumlah titik permukiman yang dipenuhi lumpur, pasir, dan batu, serta potongan material kayu yang terbawa arus banjir dari luapan Sungai Botuk.

Bahkan, Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsy SE, M.S.I, menegaskan, bahwa seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan hadir, dan melakukan absensi langsung di lokasi banjir, sebagai bentuk keterlibatan nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan, maupun meringankan beban warga yang rumahnya dipenuhi lumpur serta sisa potongan material kayu pasca banjir bandang.
“Pemerintah daerah harus hadir bersama masyarakat. Semua OPD kami minta turun langsung membantu warga,” ujar Bupati Yusra di sela kegiatan kerja bakti dilokasi pasca banjir yang merusak pemukiman warga.(Donny)
