Minta Tipikor Lidik, Proyek “Mangkrak” Dinas Pu Provinsi Di Tahun 2025 Yang Tidak Tuntas

Bolmong Raya Headline Terkini Terpopuler

BOLMONG,SULUTPOST-Belum tuntasnya pekerjaan proyek Rekonstruksi Jalan ruas Pinogaluman-Dumoga, berupa jembatan, yang dikerjakan oleh CV TRI CHRISMA ditahun anggaran 2025, diduga kuat ada ketidakberesan dalam sistim pengawasan yang dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), maupun Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Utara.

Pasalnya, sampai berakhirnya tahun anggaran 2025, pekerjaan proyek tersebut sesuai data temuan LSM dan Wartawan dilapangan, tanpak hanyalah galian pondasi saja.

Hal Ini menimbulkan pertanyaan besar, proyek yang dibandrol miliran rupiah tersebut, lantas terdapat hanya pondasi galian saja, tanpa ada pekerjaan lain yang berjalan sampai tahun anggaran 2025 berakhir.

Foto; Tanpak kondisi realisasi fisik pekerjaan di akhir tahun 2025 kemarin. baru sebatas galian pondasi badan jalan. 

Demikian itu dikatakan Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Indra Mamonto, Jumat (9/1/26).

Indra Mamonto, menyoroti soal pemberlakuan perpanjangan waktu kembali ditahun 2026. sementara volume fisik lapangan di akhir tahun 2025 kemarin, baru sebatas galian pondasi saja.

“Kalau PPK melakukan perpanjangan waktu pada proyek tersebut, maka pasti ada indikasi ketidakberesan yang terjadi. sebab, sampai berakhirnya tahun anggaran 2025, proyek tersebut “Mangkrak” alias tidak ada aktivitas pekerjaan. dan kemudian, nanti awal 5  January 2026, baru dilakukan proses pekerjaan dilapangan. itupun baru sebatas pasangan batu pada pondasi saja,”ujar Mamonto.

Iapun memastikan bahwa pekerjaan proyek ruas Pinogaluman-Dumoga ini, akan ia laporkan secara resmi ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Foto; Tanpak realisasi fisik pekerjaan di awal Bulan January Tahun 2026 saat ini (Dokumentas di ambil Wartawan pada Rabu 7 January 2026, dilokasi pekerjaan)

Karena kabarnya, bahwa sudah ada pencairan termin awal di tahun 2025, tapi fisiknya sampai berakhir tahun anggaran 2025, hanyalah galian pondasi saja.

“Bisa dibilang ini proyek yang paling bermasalah kami temukan di akhir tahun 2025. karena nominal pagu yang digelontorkan pemerintah nilainya miliran rupiah, tapi dilokasi hanya ada galian pondasi badan jalan saja. sehingga patut dicurigai bahwa ada aroma ketidakberesan dilapangan,”tandas Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI).

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Utara, Ibu Deisy Paat, ketika dihubungi awak media, dirinya menjawab, bahwa kegiatan tersebut ada perpanjangan waktu.

“Pekerjaan proyek itu ada perpanjangan waktu”jawabnya singkat.

Foto; Papan Proyek pekerjaan Ruas Jalan Penogaluman-Dumoga (Bolmong-red)

Disinggung terkait sudah berapa persen proses pencairan anggarannya di tahun 2025 kemarin, karena hasil temuan LSM dan Wartawan, kondisi realisasi pekerjaan proyek tersebut, baru sebatas galian pondasi saja. Deisy Paat menyampaikan, saya belum tau, nanti saya cek dulu ya. atau silakan hubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Saya cek dulu, atau silakan hubungi PPK nya,”ucap Kadis PU Provinsi Sulawesi Utara.

Diketahui dari hasil pantauan awak media dilokasi pekerjaan, di awal tahun 2026 saat ini, tanpak realisasi fisik pekerjaan yang dikerjakan oleh CV TRI CHRISMA, baru berupa alian pondasi dan tanpak pula para pekerja baru memulai pemasangan batu. dan beberapa kerangka kolom besi mulai disiapkan.

Minta Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) baik Polda Sulut dan Kejaksaan Tinggi (Kejati), dapat melakukan pengawasan ketat. sekaligus dilakukan penyelidikan dilapangan atas kondisi pekerjaan yang dimaksud. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *