Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi di Gedung DPR dan Bundaran HI

Headline Nasional Terkini Terpopuler

JAKARTA SULUTPOSTonline – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Gedung DPR/MPR RI dan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Rabu (28/10/2026) bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut juga menyebar ke titik lain di Jakarta Pusat, yakni Monas dan Tugu Tani. Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya empat titik konsentrasi massa yang berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto mengimbau seluruh elemen untuk menjaga ketertiban dan menghormati hak pengguna ruang publik lainnya.

“Ruang publik adalah milik kita bersama. Ada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, ada pula yang bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Semua memiliki hak yang perlu kita hormati,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

14.324 Personel Gabungan Siaga

Untuk mengamankan jalannya aksi, sebanyak 14.324 personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait dikerahkan di seluruh titik aksi di Jakarta Pusat. Pengamanan dilakukan secara dialogis, persuasif dan humanis.

Selain aparat keamanan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga mengerahkan 510 personel untuk mengatur arus lalu lintas dan menyiapkan 14 jalur alternatif bagi pengendara yang melintas di kawasan terdampak.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Firman Darmansyah menyatakan rekayasa arus akan dilakukan secara situasional di sekitar Monas hingga Gedung DPR/MPR.

“Dikarenakan ada aksi penyampaian pendapat dan diperkirakan akan terjadi kepadatan, rekayasa arus lalu lintas diberlakukan secara situasional,” kata Firman.

BEM UI Usung Gerakan #IndonesiaSadar

Aksi di Bundaran HI dipimpin oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama elemen masyarakat sipil dengan tajuk #IndonesiaSadar yang dimulai pukul 14.00 WIB.

Koordinator Divisi Jakarta dari Keluarga Mahasiswa Universitas Terbuka, Diell, menjelaskan aksi di Bundaran HI dipilih karena adanya pembatasan aksi di sekitar Istana dan aspirasi mahasiswa yang tidak didengar di DPR.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan mengatakan aksi ini menampung keresahan rakyat.

“Kita telah menampung kemarahan dan keresahan rakyat yang selama ini mungkin tertutupi,” ujar Namora.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa Lima Perintah Rakyat (Panca Perintah):
1. Bencana Ekologis: Menuntut pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menindak korporasi perusak lingkungan dan memperbaiki tata kelola lahan. 2. APBN: Mendesak anggaran lebih pro-rakyat dan mengkritik program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. 3. Pendidikan & Kesejahteraan: Menyoroti mahalnya biaya pendidikan, ketimpangan akses layanan dasar, dan lapangan kerja berkualitas. 4. Penegakan Hukum: Menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, nepotisme dan penghentian penyalahgunaan hukum untuk kepentingan kekuasaan. 5. Demokrasi: Perlindungan kebebasan berpendapat, penyelesaian pelanggaran HAM, dan penghentian militerisasi ruang sipil.

Sementara di Gedung DPR RI, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga menggelar aksi dengan fokus isu pendidikan, khususnya RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan tuntutan pendidikan gratis.

Hingga berita ini diturunkan, aksi di kedua lokasi berlangsung kondusif dengan pengawalan ketat aparat. Polda Metro Jaya meminta masyarakat memantau info lalu lintas dari TMC Polda Metro Jaya dan menggunakan jalur alternatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *