Hiruk Pikuk Ustadz Abdul Somad, “Ditolak Ormas Adat Minahasa, Dijemput Ormas Adat Bogani Di BMR”

Bolmong Raya Headline Terkini Terpopuler

BMR,SULUTPOST-Ada pemandangan menarik terlihat pada safari dakwah Ustadz Prof Abdul Somad,di Provinsi Sulawesi Utara. lebih khusus yang berlangsung di Tanah Totabuan Bolaang Mongondow Raya (BMR), pada Sabtu 23 Mei 2026.

Pasalnya, safari dakwah Ustadz Abdul Somad yang rencananya akan digelar di Kota Manado, tiba-tiba dibatalkan, akibat adanya aksi penolakan dari sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas adat Minahasa.

Namun penolakan tersebut, malah melahirkan semangat baru bagi masyarakat yang berada di Bolaang Mongondow Raya (BMR), lebih khusus Kotamobagu.

Foto, Tanpak Ketua Umum Ormas Adat Laskar Bogani Indonesia (LBI) Dolfie Paat,

“Abdul Somad Ditolak Sekelompok Ormas Di Minahasa,, Tapi Di Jemput Ormas Adat Mongondow di BMR,”cetus salah satu warga saat menghadiri Tabligh Akbar di Mesjid Agung Baitul Makmur

Bahkan, diantara puluhan ribu jamaah yang khusyuk hadir di Tabligh Akbar yang dilaksanakan di Mesjid Agung Baitul Makmur Kotamobagu, tanpak berjejer rapi para personel Ormas Adat Mongondow yang kita kenal dengan sebutan Laskar Bogani Indonesia (LBI) dan turut pula dibantu oleh Manguni Indonesia (MI).

Mereka datang bukan untuk gaga gahan atau mencari panggung, bukan pula untuk sorotan. melainkan mereka datang karena satu tujuan, yaitu, menjaga agar puluhan ribu umat yang rindu siraman rohani Ustadz Abdul Somad, bisa duduk dengan aman, nyaman mendengarkan tausyiah dari sang ulama besar nusantara tersebut.

Foto; Personel Manguni Indonesia (MI) yang ada di BMR.

“Ini panggilan hati nurani kami Ormas Adat Laskar Bogani Indonesia (LBI) dan sahabat kami Ormas Manguni Indonesia yang ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR). kewajiban kami hadir disini menjaga dan memastikan setiap tamu yang datang di tanah Mongondow, harus mendapat penyambutan yang baik,”ujar Dolfie Paat selaku Ketua Umum Laskar Bogani Indonesia

Dikatakannya, Laskar Bogani dan Manguni salah satu ormas adat terbesar di Sulawesi Utara, lebih khusus di Bolaang Mongondow Raya. Bogani lahir dari tanah totabuan. pun begitu Manguni. maka kalau ada kegiatan yang membawa kebaikan untuk masyarakat bumi totabuan, kami wajib turun tangan menjaganya.

” Tidak ada sekat, tidak ada ego. kami memberikan totalitas pengabdian diri kami untuk masyarakat dan daerah tanah totabuan yang kami cintai,”ungkapnya.

Seraya menambahkan, bahwa slogan “TORANG SEMUA BASUDARA” terawat dengan baik, dan sikap “TOLERANSI” masih bisa dilihat dan hanya ada di Bolaang Mongondow Raya (BMR), di tengah keberagaman suku, budaya dan agama.tandasnya.

Perlu diketahui bahwa wilayah Bolaang Mongodow Raya (BMR), terdiri dari 5 daerah. diantaranya, Kota-Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Jumlah penduduknya cukup besar, maupun luas wilayahnya BMR, jika dihitung, setengah dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

BMR menjadi Miniature kehidupan dan hubungan persaudaraan penduduk disana terbilang sangat baik, ditengah keberagaman yang ada. tampak pula berbagai macam suku ada di Bolaang Mongondow Raya. diantaranya, Suku Mongondow, Bugis, Jawa, Sangihe, Gorontalo, Minahasa, dan suku-suku lainnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *