KOTAMOBAGU,SULUTPOST-Kegiatan Lomba Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Utara, yang diselenggarakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mongondow, Kecamatan Kotamobagu Selatan (Kotamobagu), selama dua hari, terhitung sejak 5 Oktober 2026 s/d 6 Oktober 2026, berjalan cukup baik.
Bahkan, kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia tersebut, di hadiri oleh 30 peserta siswa siswi tingkat Madrasah yang tersebar dibeberapa Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.
Menariknya, dari 30 peserta yang mengikuti lomba Olimpiade Indonesia ini, juara tiga diraih oleh Ananda Afiyyatul Nafisa Mamonto, dirinya mewakili Madrasah Ibtidaiyah Adow Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Awalnya pada bulan Agustus tahun 2026, ananda Afiyyatul Nafisa Mamonto, bersama beberapa peserta lainnya diikut sertakan dalam perlombaan 3 mata pelajaran, yang diselenggarakan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan kemudian dirinya berhasil mendapat juara 2 terbaik mewakili pondok pesantren Ibtidaiyah Adow, Kecamatan Pinolosian Tengah (Bolsel-red).
Atas capaian prestasi tersebut, ia pun kembali dipercayakan untuk mengikuti lomba Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2026, dan Alhamdulilah melalui skile kemampuannya, dirinya kembali menoreh prestasi terbaik dengan meraih juara tiga lomba mata pelajaran Matematika.
Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren sekaligus menjabat sebagai Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Adow, Ustadz, Gilang Herlangga S.sos ketika di wawancara oleh awak media, menyampaikan, bahwa dalam proses seleksi yang diikuti oleh enam peserta awal di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, hanya Ananda, Afiyyatul Nafisa Mamonto yang lolos mengikuti lomba Olimpaide Madrasah Indonesia.
“Dari ketentuan aturan yang di tetapkan memenuhi syarat ikut lombah Olimpiade Madrasah Indonesia di tingkat provinsi, diputuskan hanya mengambil 3 peserta yang menduduki posisi rangking 1, 2 dan 3, dan, untuk urutan ke dua di raih oleh Ananda Afiyyatul Nafisa Mamonto. maka demikian yang mewakili lomba Olimpiade Madrasah Indonesia di tingkat provinsi adalah bersangkutan mewakili pesantren Adow,”ujarnya.
Dirinya menjelaskan, adapun kegiatan tersebut melibatkan pimpinan pondok pesantren dan semua guru-guru yang melakukan pembinaan. sekaligus ucapnya, para guru ini melakukan pendampingan dengan bahu membahu, serta memberikan motivasi dan suport untuk membentuk mental dan kualitas pendidikan yang terukur.
“Tentunya kehadiran para guru pendamping, tujuannya mampu memberikan dampak positif, dan melahirkan generasi penerus cita cita Bangsa yang berkualitas, bahkan tidak hanya Unggul di segi Agama, tetapi harus ungul juga di segi ke ilmuan sains, apa lagi bersaing di era globalisasi dan moderenisasi saat ini dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, jelasnya.
Seraya menambahkan, bilamana Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Adow yang identik dengan sebutan pondok pesantren tersebut, sangat memerlukan dukungan dan Animo masyarakat, agar kualitas pendidikan di pondok pesantren bisa memberikan kepercayaan publik, bahwa anak-anak pondok pesantren tidak hanya Unggul di segi pengetahuan Agama, tetapi di segi pengetahuan Umum, mereka mampu bersaing dan terbukti hari ini Alhamdulillah bisa membawa nama harum Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Adow, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.(**)
