BOLMONG,SULUTPOST-Desakan Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Indra Mamonto, minta agar kiranya Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bolaang Mongondow, dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan pada proyek pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), langsung ditanggapi Polres Bolmong.
Melalui Kasat Reskrim Iptu M.S. Mentu S.I.P, menegaskan, bahwa segera akan turunkan tim ke lapangan guna dilakukan penyelidikan atas apa yang menjadi sorotan masyarakat.
“Terimakasih informasinya, secepatnya akan diselidiki apa penyebab hingga proyek yang dibandrol Rp 1,7 Miliar tersebut belum tuntas,”tegas Kasat Reskrim Polres Bolmong.
Disinggung menyeruaknya dugaan aroma tak sedap pada pembangunan proyek BLK tersebut. Kasat Reskrim menjawab, akan dilihat nanti dalam proses penyelidikan.
“Kami tidak bisa berspekulasi, semua harus didasari hasil penyelidikan dulu, dan dari hasil penyelidikan itu, akan kemudian diketahui indikasinya apa.”tandas Iptu M.S. Mentu S.I.P.
Berdasarkan data yang dirangkum awak media, bahwa kegiatan pembangunan proyek Balai Latihan Kerja (BLK) ini, dikelolah oleh Disnakertrans Bolmong, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025.
Proyek dengan batas tenggang waktu pekerjaan selama 100 hari kalander (HK) tersebut, dibandrol Rp 1,7 Miliar.
Proyek ini dimenangkan oleh CV JUANG RUANG, selaku pihak pelaksana (Kontraktor-Pemenang Tender-red), yang berkewajiban menyelesaikan pembangunan fisik sesuai batas waktu yang tercantum dalam dokumen kontrak dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kabarnya bahwa proyek itu dimulai sejak 2 September 2025 sesuai dokumen kontrak, dan berakhir pada tanggal 12 Desember 2025.
Pun begitu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggungjawab pada kegiatan itu, telah pula memberikan kebijakan atau kelonggaran kepada pihak perusahan (pelaksana), berupa penambahan waktu.
Namun sayangnya, sampai memasuki akhir tahun, tanpak masih banyak item pekerjaan yang belum tuntas.
Belum diketahui apa kendalanya, menyebabkan proyeksi penyelesaian fisik pada pembangunan proyek gedung BLK itu terkesan lambat, dan meninggalkan misteri diakhir tahun anggaran.
Sampai berita ini naik tayang, pihak perusahan (Pelaksana) belum berhasil dikonfirmasi.
(Wartawan: Lucky Lasabuda)

