BOLMONG,SULUTPOST-Masih ingat sosok anggota Polri sebut saja, AKP M.S. Mentu S.I.P, dirinya memiliki cerita panjang yang menjadi jejak digital sepanjang karirnya.
Sejak menjadi anggota Polri tahun 2002, ia dipercaya sebagai salah satu penyidik yang menangani kasus perkara besar yang tergolong rumit di Polda Sulawesi Utara. Tapi, berkat kecerdasan dan kepiawaian yang dimilikinya, iapun mampu melakukan pengembangan, alhasil berbagai kasus tersebut mampu diungkapnya dengan sempurna.
AKP M.S.Mentu diketahui termasuk penyidik senior sepanjang dirinya bertugas di Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut).
Stefanus Mentu lahir di Desa Woloan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada 18 September 1981.
Kasus-kasus besar yang menonjol perna diungkapnya, serta sangat menyita perhatian publik. diantaranya sebagai berikut;
Pertama, kasus tindak pidana konvensional.
Kedua, Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) di wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.
Ketiga, kasus tindak pidana pemilu.
Keempat, kasus tindak Pidana Perbankan.
Kelima, kasus yang paling viral diungkapnya pada tahun 2023. yaitu kasus tindak pidana skimming jaringan internasional.
Kasus Skimming ini, kasus besar yang menyeret salah satu Warga Negara Bulgaria dan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Perasuransian.
Atas berbagai capaian prestasinya tersebut, AKP Stefanus M. Mentu S.I.P, menjadi salah penyidik terbaik, yang mendapat tanda kehormatan berupa penghargaan atas capaian prestasi berhasil mengungkap berbagai kasus berat, dan penghargaan itu langsung diberikan oleh bapak Kapolda Sulut saat itu.
Kemudian di akhir tahun 2024, ia pun dipromosikan menduduki jabatan strategis sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bolaang Mongondow.
Bergeser kewilayah tanah Bogani Kabupaten Bolaang Mongondow, daerah ini dikenal memiliki beragam budaya dan suku, maupun kental dengan adat istiadat. kulturnya berbeda dengan daerah lain, tak gampang sekelas anggota Polri yang baru menjabat, mampu dan begitu cepat langsung beradaptasi dengan kondisi wilayah hukumnya, serta besinergi dengan masyarakat untuk menjamin Kamtibmas.
Bisa dibilang cukup sedikit mampu bertahan lama bertugas di daerah tanah Bogani tersebut. apa lagi, menghadapi kondisi wilayah Dumoga, salah satu titik sentral yang terbilang esktrim, dan rawan keributan.
Tak tanggung-tanggung kekacauan silih berganti terjadi, yang melibatkan puluhan hingga ratusan warga terlibat tauran antar kampung (Tarkam). maaf ini bukan hal baru terjadi, tapi sudah sejak lama peristiwa ini menjadi tranding topik setiap tahunnya. tentunya, taruhan utama jabatan jika kemudian tidak mampu meredam dan menyelesaikan konflik, bisa berpotensi seketika jabatan langsung dicopot.
Namun, AKP M.S Mentu, memang memiliki karakter maupun pengalaman cukup berbeda dari yang lain. proses pendekatannya dilakukan secara humanis, melahirkan munculnya ikatan emosional warga dengan dirinya. sehingga modal itu menjadi pintu masuk meredam konflik di wilayah Dumoga bersatu.
Tidak berhenti sampai disitu saja, nyatanya Kasat Reskrim AKP M.S.Mentu, menoreh segudang capaian prestasi terbaik satu dalam laporan pertanggungjawaban keberhasilannya mengungkap berbagai kasus diwilayah hukum Kepolisian Polda Sulawesi Utara, lebih khusus Kabupaten Bolaang Mongondow.
Mulai dari penanganan kasus pidana Umum, hingga kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), maupun penindakan hukum soal kasus kegiatan Pertambangan Emas Ilegal yang menjadi instruksi tegas Presiden RI Prabowo Subianto, untuk ditindak tegas dalam menutup kebocoran-kebocoran kerugian negara.
Kasus-kasus ini semua diproses secara serius, keluarnya SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan), hingga pelimpahan tahap II, berupa penyerahan berkas, tersangka dan barang bukti ke pihak Kejaksaan (P-21).
Hal ini sebagai bukti tanggungjawab dan kecintaan dirinya menjaga Tanah Totabuan dari gangguan dan kepentingan Koorporasi yang berpotensi merusak lingkungan serta meminimaliir dampak.
Sudah Enam belas bulan ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bolaang Mongondow, terhitung sejak Oktober 2024 S/d Maret 2026, tiba-tiba muncul telegram mutasi perpindahan tugas dari jabatan sebelumnya Kasat Reskrim dimutasi menjadi Kanit II Direskrimum Polda Sulut.
Akhir kata bahwa tugas menjadi prioritas utama baginya dimanapun ditempatkan oleh pimpinan, ia siap mengabdi dengan penuh ketulusan dalam menjalankan tugas.
Mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus mohon diri dan pamit dari tanah totabuan dengan berbagai dedikasi dan kontribusi positif yang diberikannya sepanjang bertugas di tanah totabuan Bolaang Mongondow.
Bahkti pengabdiannya jika di flash back cukup menganggumkan dan sesuai ekspetasi kerja, disamping itu AKP M.S. Mentu dikenal sosok yang sangat menghargai budaya dan leluhur yang berada di Tanah milik Raja-Raja Bogani.
Dirinya sukses melahirkan ide cemerlang ditengah kesibukan tugasnya yang padat, dengan membentuk Tim Handal yang hebat, yang kemudian dinamakan Tim “RESMOB RAJA BOGANI”
Kehadiran Tim “Resmob Raja Bogani” yang dibentuknya, berdampak positif bagi keamanan lingkungan masyarakat sekitar. tak hanya memberikan perlindungan dan kenyaman, melainkan melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.
Bantuan sembako sering dilakukannya setiap bulan untuk diberikan kepada anak yatim piatu, maupun masyarakat yang layak untuk dibantu.
Melalui terobosan sosial tersebut, iapun makin dikagumi oleh warganya. AKP M.S. Mentu didaulat warga salah satu Kasat Rekrim yang disiplin, tegas, tapi ringan membantu masyarakat disaat menghadapi kesusahan.
Kepindahannya ini melahirkan kesedihan, banyak warga mendoakan dirinya bisa kembali bertugas di Tanah Leluhur Bogani Bolaang Mongondow.
Warga berharap dimanapun ia bertugas, jangan perna melupakan masa-masa sulit dan indahnya perna hadir menginjakkan kaki di bumi pertiwi tanah Totabuan. dengan motto; “MOTOTOMPIAN, MOTOTABIAN BO MOTOTANOBAN” Artinya ( Baku baku bae, baku baku sayang, baku baku inga..)
(Penulis;Lucky Lasabuda)
