BOLMONG,SULUTPOST-Buntut terjadinya beberapa peristiwa musibah kebakaran di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menjadi keprihatinan yang besar dari Ketua Ormas LAKI Bolmong Indra Mamonto.
Pasalnya kata Indra Mamonto, dengan luas wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow yang cukup besar saat ini, terdiri dari 15 Kecamatan dan 202 Desa/Kelurahan. tentunya dengan dua unit armada mobil damkar milik Pemda Bolmong, dinilai tidak mampu mengkafer dan menangani berbagai peristiwa musibah kebakaran yang terjadi.
Menurutnya, Bupati Yusra Alhabsy dan Wakil Bupati Donny Lumenta (Yusra-Don) perlu meng-anggarkan alias menambah armada mobil Damkar yang kemudian nantinya ditempatkan di beberapa wilayah yang dianggap penting. semisal, satu damkar diwilayah Dumoga Bersatu, satu damkar di Pantura, dan satu damkar di Passi Bersatu serta Kecamatan Lolayan.
“Bicara Kemanusian menjadi tanggungjawab kita bersama. tidak hanya pemerintah saja. olehnya, kami mendesak kiranya pemerintah bolaang mongondow yang dipimpin oleh Yusra-Don, alihkan anggaran pengadaan mobil dinas pejabat, ke pengadaan mobil damkar. tujuannya, agar kebutuhan dan pelayanan bisa maksimal ketika terjadi peristiwa kebakaran,”pintah Ketua Ormas LAKI Bolmong.
Menanggapi desakan ini, Bupati Bolmong Yusra Alhabsy ketika dikonfirmasi melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Abdullah Mokoginta, SH, M.S.i, mengatakan, apresiasi atas masukan yang disampaikan oleh Ormas LAKI soal beberapa peristiwa yang terjadi maupun kondisi dan keberadaan jumlah mobil damkar di bolmong saat ini.
Dikatakan Sekda Bolmong, bahwa pengadaan mobil dinas (Mobnas) pejabat juga penting untuk menjangkau jarak tempuh dan luas Bolaang Mongondow dalam memaksimalkan kerja-kerja pemerintah. namun, soal pengadaan mobil operasional Damkar juga penting dan menjadi kebutuhan untuk mengatasi setiap musibah kebakaran yang terjadi. akan tetapi, ucap Sekda, dengan kondisi baru selesainya pemberian bantuan dana hibah dalam pelaksanaan pesta demokrasi tahun 2024, disusul tahun 2025 munculnya kebijakan efisiensi anggaran saat ini, maka semua harus dipikirkan dan disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada.
“Memang benar dengan luas bolmong yang cukup besar dan kondisi jumlah unit armada operasional damkar milik pemkab bolmong hari ini, akan tidak mungkin mampu mengkafer secara keseluruhan, apa lagi kondisi jarak TKP yang jauh. sehingga, sebelumnya juga Pemda Bolmong telah melakukan Mou berupa Kerja sama dengan Pemerintah Kota-Kotamobagu untuk bagaimana bisa bersama-sama mengatasi jika terjadi peristiwa kebakaran, dengan disesuaikan pada kondisi jarak tempuh. seperti Kecamatan Passi bersatu dan Kecamatan Lolayan, jaraknya berdekatan dengan Kotamobagu, maka sambil menunggu mobil operasional Damkar Bolmong tiba dilokasi, akan ada mobil damkar Kotamobagu yang nantinya lebih awal tiba di lokasi terjadinya kebakaran,”ungkap Sekda Abdullah Mokoginta.
Bahkan kata Sekda Bolmong, saat ini Pemda Bolmong lagi menyiapkan perencanaan kedepan, seperti di Wilayah Pantura, Dumoga bersatu, Passi Bersatu dan Lolayan, dioptimalkan masing-masing bisa memiliki satu unit mobil Damkar. sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat bisa direalisasikan.
“Pastinya Pemda Bolmong lagi berupaya memikirkan solusinya, apa lagi dengan keberadaan beberapa perusahan tambang resmi di wilayah bolaang mongondow, tentunya tidak berat bagi setiap perusahan masing-masing bisa mengadakan satu unit bantuan mobil damkar, karena pemerintah tidak meminta uang, tapi bagaimana setiap perusahan tersebut bisa memberikan kontribusi berupa kendaraan oprasional damkar untuk mengatasi kebutuhan pelayanan secara maksimal bila terjadi musibah kebakaran,”kata Sekda.
Seraya menghimbau, dengan terjadinya peristiwa kebakaran ini, kiranya perusahan yang beroperasi diwilayah bolmong. seperti, PT JRBM, PT Bulawan Daya Lestari dan PT Conch, maupun beberapa perusahan lainnya, bisa ikut serta membantu dsn memberikan kontribusi positif untuk kepentingan umum, karena bicara tanggungjawab tidak serta merta berada pada pemerintah, melainkan tanggungjawab itu melekat pada kita semua. imbau Sekretaris Daerah Bolaang Mongondow Abdullah Mokoginta SH, M.S.i. (**)
