BOLTIM,SULUTPOST- Lagi-lagi issue sampah menyerang Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, disebut menerima imbalan atau upeti dalam pembukaan garis polisi (police line), di lokasi pertambangan rakyat kawasan Gunung Tinggi, Desa Tobongon, Kecamatan Modayag (Boltim-red).
Issue tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks. sebab, selama ini Polres Boltim lagi fokusnya melakukan penindakan hukum dalam berbagai kasus yang muncul diwilayah hukumnya.
Kabar yang beredar melalui media sosial dengan narasi “Upeti fantastis masalah selesai”, itu langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Para pemilik lahan bahkan secara tegas membantah adanya kesepakatan, maupun permintaan uang dalam bentuk apa pun terkait pembukaan police line.
Senada juga disampaikan Ormas LAKI Indra Mamonto, ia mengatakan, terindikasi kuat ada oknum yang tidak suka atas kinerja baik Kapolres Bolaang Mongondow Timur, dan kuat dugaan ada upaya sistematis untuk menjatuhkan nama baik Kapolres yang sengaja mereka kemas dalam issue busuk tersebut.
Bahkan kata Mamonto, sepengetahuannya proses pembukaan garis polisi (Police line) dilokasi tambang rakyat gunung tinggi, desa tobongon tersebut, melalui pendekatan kemanusiaan dan pertimbangan sosial atas keberadaan masyarakat yang hanya berharap pada sektor pertambangan untuk membiayai keluarga mereka.
“Setau kami hal ini dikarenakan pertimbangan mendasar oleh Polres Boltim, melihat kondisi tambang rakyat di lokasi Gunung Tinggi itu, menjadi satu-satunya tumpuan sumber penghidupan masyarakat dengan bekerja secara manual.
Ia menduga, isu tersebut sengaja digulirkan oleh oknum tertentu yang ingin menggiring opini publik, agar lokasi tambang rakyat kembali ditutup.
Menurutnya, narasi yang dibangun tidak berdasar dan berpotensi memecah belah serta melahirkan konflik internal. tapi dirinya yakin bahwa masyarakat hari ini semua sudah dewasa memilila mana kaabr yang benar dan mana Hoaks.
Terpisah, Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, kepada awak media menegaskan bahwa pembukaan police line di lokasi tambang rakyat tersebut murni dilakukan atas dasar kemanusiaan dan kepentingan sosial.
“Pembukaan police line dilakukan semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan, agar masyarakat penambang bisa kembali bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Tidak ada imbalan, tidak ada kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Polres Boltim tetap berkomitmen menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk tudingan tanpa dasar yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
(Wartawan; Lucky Lasabuda)
